A Complicated Love Story [Chapter 1]

A Complicated Love Story 2

Dreaming Girl Present you…

Poster by flamintskle @ Poster Channel

A COMPLICATED LOVE STORY

Title A Complicated Love Story – Author Dreaming Girl – Leght Chaptered – Rating Teen – Summary Terkadang, kita harus menutupi semuanya demi kehidupan kita – Disclaimer I only own the story

Starring LOVELYZ’s Yein || BTS’s Jungkook || SONAMOO’s Minjae || BTS’s Jin

Romance – Sad – Hurt – School live – Family – Angst – Friendship – AU

“Sometimes, we have to cover it all for our live…”

Previous Story : Teaser

Seorang namja tampan tengah memejamkan matanya sembari duduk di jendela dan mendengarkan musik. Mata namja itu terbuka dan melirik ke arah arloji yang ia kenakan. Seketika, mata namja itu terbuka lebar dan cepat-cepat ia turun dari jendela dan menyambar tas sekolahnya.

“Aku bisa terlambat.” Batinnya lalu bergegas melangkah keluar dari rumahnya.

~~~

Pintu ruang kelas terbuka, namja tampan itu terengah-engah dan menunduk melihat Han Songsaenim kini menatapnya tajam, diikuti oleh tatapan heran murid-murid di kelas.

“Terlambat lagi, Jeong Jungkook?” Tanya Han Songsaenim. Namja bernama Jungkook itu hanya mengangguk. Han Songsaenim berjalan kearah Jungkook lalu meraih lengan namja itu dan menariknya keluar kelas. Setelah itu, ia berhenti.

“Berdiri disini. Sudah berapa kali kau terlambat? Ada apa denganmu, Jungkook Ssi? Seminggu terlambat, seminggu tidak. Apa maumu?” Tanya Han Songsaenim berusaha menahan amarahnya. Jungkook hanya menggeleng. “Kuhukum kau berdiri disini sampai jam pelajaranku selesai.”

Setelah berkata seperti itu, Han Songsaenim melangkah meninggalkan Jungkook. Jungkook diam lalu menghela napas kasar, ia sudah lelah berdiri walau hanya 5 menit saja. Jungkook akhirnya dengan sengaja mendudukan dirinya di bangku di depan pintu ruang kelasnya, lalu ia mengerjap berkali-kali.

Lama ia menunggu, akhirnya bel tanda istirahat berbunyi. Cepat-cepat namja itu berdiri dari duduknya dan memasang senyum tipis. Ia melirik teman-temannya yang berlari berhamburan meninggalkan dirinya, tapi Jungkook sama sekali tak peduli.

Tak lama setelahnya, Han Songsaenim datang dan berdiri dihadapannya. Ia berdeham lalu berkata kepadanya, “Jungkook-ah.”

Jungkook hanya menunduk, tak berani menatap Han Songsaenim. “Kuberi tahu kepadamu, jadilah murid yang disiplin. Itu saja, seperti biasa. Kau boleh istirahat, Jungkook-ah.” Ujar Han Songsaenim lalu meninggalkan Jungkook sendirian.

Jungkook menghela napas saat tahu Han Songsaenim sudah pergi meninggalkannya. Cepat-cepat ia meletakan tasnya di bangkunya lalu melangkah menuju tempat kesukaannya, atap sekolah.

~~~

Namja bernama Jungkook itu sedang asyik memejamkan matanya sambil mendengarkan musik. Ia mengerjap lalu melirik kearah bawah dimana semua murid-murid sekolahnya tengah berhamburan keluar sekolah ketika bel pulang sekolah dibunyikan. Lalu, ia memejamkan matanya lagi.

Jungkook tak peduli ada suara langkah kaki mendekat kearahnya, selama orang yang datang itu tidak mengganggu kesenangannya. Maka, ia tidak akan marah atau pergi dari Rooftop.

“Eung, anyeong…” Jungkook menangkap suara seseorang memanggilnya. Ia membuka mata dan memasang wajah datar saat tahu siapa yang memanggilnya tadi.

Jeong Yein. Teman sekelasnya. Putri kepala sekolah yang terkenal sempurna, pintar, cantik, menarik, baik hati dan berbakat. Tapi, Jungkook bahkan hampir tak mengenalinya.

“Boleh aku duduk disini?” Tanya Yein sambil mendekati Jungkook, namja itu hanya mengangguk. “Duduk saja.”

Yein mengangguk lalu duduk disamping Jungkook sambil memasang earphone putihnya dan menyalakan musik dari ponselnya. Jungkook hanya melirik lalu kembali memejamkan matanya, tanda tak peduli dan tak keberatan Yein ada disana.

Yein melirik kearah Jungkook lalu hanya tersenyum, ia lalu meraih buku fisika dan penanya. Ia memutuskan untuk mengerjakan sebuah soal fisika untuk ujian besok siang itu, ditemani Jungkook.

Jungkook menghela napas pelan lalu meraih botol air mineralnya, setelah itu ia meminumnya. Namja itu tak lagi memejamkan matanya dan ia terus menatap lurus kearah depan, entah apa yang ditatapnya. Yein mendongak dan menoleh, melihat Jungkook kini sedang melamun. Ada apa dengan anak itu?

“Er… Jungkook Ssi.” Ia berujar, berusaha menyadarkan Jungkook dari lamunannya. Jungkook menoleh dan bergumam, “Waeyeo?”

“Apa kau baik-baik saja? Ke… kenapa kau melamun?” Tanya Yein, Jungkook hanya menggeleng. “Gwaechana.” Jawabnya. Yein lalu mengangguk, ia melepas earphone-nya.

“Jungkook Ssi…” Panggilnya. “Hm?” Jawab Jungkook acuh tak acuh, “Apakah kau memiliki masalah? Maksudku, kau aneh sekali. Sehari masuk, sehari tidak. Seminggu telat, seminggu tidak. Dan beberapa kali kau bolos pelajaran, seperti… seperti tadi.” Tanya Yein, berusaha untuk tidak melukai perasaan Jungkook.

Gwaechana. Aku tidak memiliki masalah.” Jawab Jungkook. Yein mengangguk, “Tapi… tidak bisakah kau… kau menjadi lebih disiplin? Dan, cobalah untuk… bersosialisasi dengan orang lain. Janganlah berteman dengan Taehyung dan Hoseok saja.” Ujar Yein hati-hati.

Jungkook menoleh dan menatapnya dingin, ia lalu berdiri. “Itu bukan urusanmu.” Bisiknya lalu berlalu meninggalkan Yein sendirian.

Mendengar tanggapan Jungkook yang dingin, Yein hanya bisa menghela napas sambil menutup bukunya. “Kau tak akan pernah bisa berubah, Jeon Jungkook.”

~~~

“Nona Minjae, anda dipanggil Tuan untuk pergi ke ruang kerjanya.” Seorang pelayan mendekati yeoja berambut kecoklatan yang sedang membaca di ruang tamu, yeoja yang dipanggil hanya mengangguk sambil sedikit menggerutu. “Aku akan segera kesana.” Jawabnya pelan, sang pelayan mengangguk lalu meninggalkan yeoja itu.

Yeoja bernama Lee Minjae. Ia segera berdiri dan melangkah menuju ke ruang kerja Abeoji-nya.

Waeyeo, Appa?” Tanya Minjae. Seorang namja berusia sekitar 40 tahun-an mendongak, ia lalu tersenyum melihat siapa yang memanggilnya. “Duduklah, Minjae-ya.” Pintanya, yeoja yang dipanggil hanya menurut.

“Minjae-ya, Appa ingin berbicara sebentar denganmu.” Ujar namja itu yang ternyata adalah Abeoji Minjae. “Begini, usiamu sudah cukup besar dan Appa rasa kau tidak perlu Home schooling seperti ini.”

Minjae yang duduk dihadapannya tersentak mendengarnya, apa yang akan Abeoji-nya lakukan? Minjae hanya bisa mengangguk. “Appa ingin kau bersekolah, seperti yeoja-yeoja lainnya. Jadi, Appa akan mendaftarkanmu kesebuah sekolah terkenal di Seoul.” Ujar Tuan Lee. Minjae yang mendengarnya hanya bisa membulatkan matanya, lalu menjawab dengan terbata-bata. “A… arasseo…”

Tuan Lee tersenyum, lalu melanjutkan perkataannya tadi. “Esok hari, kau sudah bisa bersekolah. Tenang saja, sekolah yang Appa pilihkan untukmu sekolah yang bagus. Kau pasti bersenang-senang disana.” Ujar Tuan Lee, Minjae hanya mengangguk.

Arasseo, jadi… besok aku bisa mulai sekolah?” Tanya Minjae gugup, Tuan Lee mengangguk. Minjae hanya berkata, ‘ya’, lalu keluar dari Ruang Kerja Tuan Lee.

~~~

Seorang yeoja kini tengah siap dengan pakaian yang baru kali ini ia pakai. Seragam sekolah. Indah, itu pendapat yeoja bernama Lee Minjae ketika ia memakai seragam itu. Ia jelas belum pernah melihat atau memakai seragam sekolah seperti itu, ia memang belum pernah bersekolah sebelumnya.

Tanpa banyak bicara, Minjae turun dari kamarnya dan segera menyantap sarapannya. Setelah itu, ia segera berangkat ke sekolah barunya.

Sesampainya ia di Daeguk High School, sekolah barunya, Minjae benar-benar tercengang. Belum pernah ia melihat sekolah semegah itu, selain itu ia juga gugup.

“Kau murid baru, ya?” Seseorang menyapanya, Minjae sontak menoleh dan mengangguk. Yeoja yang menyapanya tersenyum. “Yein Imnida, Bangapseumnida. Mari kuantarkan ke Ruang Kepala Sekolah. “Ujar Yein sambil tersenyum, Minjae hanya mengangguk. Keduanya berjalan memasuki Gedung Daeguk High School yang megah itu.

Langkah Yein dan Minjae terhenti saat mereka sudah sampai di depan Ruang Kepala Sekolah, Yein lalu tersenyum kearah Minjae. “Ayo masuk, aku tinggal dulu ya. Anyeong er…” Ujar Yein berusaha menanyakan nama Minjae, “Minjae. Lee Minjae Imnida.” Jawab Minjae.

Yein mengangguk, “Anyeong, Minjjae Ssi…”

~~~

Ya, Jungkook-ah! Oper padaku, Palli!” Seru Hoseok berusaha memancing Jungkook agar mengoper bola basket yang dipegangnya. Namja yang dipanggil mengangguk lalu mengoper bola basket yang dipegangnya kearah Hoseok.

Beberapa menit kemudian, permainan mereka selesai.

“Kau ikut pulang dengan kami, Jungkook-ah?” Tanya Taehyung, Jungkook menggeleng lemah. “Mian, hari ini tidak bisa.” Jawab Jungkook, Taehyung mengangguk maklum. “Arasseo, kalau begitu kami pulang dulu. Anyeong…” Ujar Hoseok, Jungkook hanya mengangguk sementara kedua sahabatnya berjalan meninggalkannya. Ia lalu berjalan meninggalkan lapangan olahraga.

Tujuan Jungkook masih sama, menuju ke Rooftop. Tapi kali ini, ia benar-benar berharap tidak ada siapapun disana. Ia benci seseorang mengganggu ketenangannya, seperti Yein kemarin.

Langkah Jungkook tetap terarah menuju ke Rooftop, tak peduli berapa kali Kim Songsaenim memanggil-manggilnya. Ia bernafas lega ketika akhirnya ia sampai di tempat tujuannya.

Dibukanya pintu Rooftop dan ia terkejut melihat seseorang yang kini ada dihadapannya.

“Kim Seokjin…”

Namja bernama Seokjin itulah yang kini menatapnya dingin, hampir sedingin tatapan Jungkook padanya. Hati Jungkook kini membara. Tangannya mengepal, wajahnya memerah menahan amarah, ingin rasanya ia langsung menghajar Seokjin yang ada dihadapannya.

Jungkook menghela napas kasar, “Minggir.” Begitu ia berujar. Tapi Seokjin tak mau menyerah begitu saja, ia hanya tersenyum sinis sambil melipat tangannya. “Apa hakmu mengusirku?” Tanya Seokjin, membuat Jungkook semakin panas.

“Kubilang minggir.” Ujar Jungkook lagi dengan suara bergetar, menahan amarah. “Kau tidak punya hak apapun untuk mengusirku, Jungkook-ah. Rooftop ini milik umum, bukan milikmu.” Balas Seokjin, Jungkook hanya menggelengkan kepalanya kesal.

“Kusuruh kau minggir, Kim Seokjin! MINGGIR SEKARANG JUGA!” Jungkook tak tahan lagi, ia berseru dan hampir saja memukul Seokjin. Tak mau kalah, Seokjin mendekat kearah namja itu dengan perasaan kesal lalu menghentakan kakinya keras-keras.

“Beraninya kau…” Seokjin menggeram sambil mengepalkan kepalanya, lalu ia tersenyum sinis. Ia menghela napas pelan lalu menarik bibirnya, menunjukan smirk yang dapat terlihat jelas oleh Jungkook. “Oh ya, kurasa aku tak perlu melawanmu.”

Pernyataan Seokjin membuat Jungkook merasa kaget, tidak mungkin! “A… apa maksudmu, eoh?!” Tanya Jungkook.

Seokjin tertawa hambar lalu menatap Jungkook penuh arti. “Tak ada gunanya aku bertengkar dengan anak tiri dan tak terhormat sepertimu!” Ujar Seokjin tajam. Jungkook terkejut mendengarnya, lalu ia menyipitkan matanya. “Diam kau!” Serunya.

Seokjin kembali tertawa. “Wae? Kau malu karena kau hanya anak tiri ibumu, eoh? Mana ibumu yang sebenarnya?! MANA?!” Seru Seokjin keras, Jungkook menggeram. “Kubilang, DIAM KIM SEOKJIN! DIAM!” Seru Jungkook tak kalah keras.

Amarahnya sudah memuncak. Berani-beraninya Jungkook mengejeknya anak tiri! Keterlaluan, tidak bisa diterima!

“Jadi kau benar-benar malu, eoh? Hahaha… begitulah resiko hidup menjadi anak tiri sepertimu! Dan ingat, kau benar-benar tidak terhormat dikalangan keluargaku!” Seru Seokjin, Jungkook semakin geram. Ia sudah tidak tahan, “TUTUP MULUTMU!”

Plak!!!

Tangan Jungkook berhasil mendarat dipipi mulus Seokjin hingga memerah. Jungkook kini memandang Seokjin sinis. Seokjin mendongak dengan perasaan kesal, “Beraninya kau…”

“CUKUP!”

Seokjin tak berani melanjutkan langkahnya kearah Jungkook ketika tahu siapa yang berseru kepadanya seperti itu. Jungkook dan Seokjin menoleh dan menadapat seorang Jeong Yein berdiri dan menatap keduanya dengan nada berkilat-kilat.

Yein menghela napas kasar dan berat, “Jangan bertengkar, itu melanggar peraturan sekolah.” Ujar Yein. Seokjin hanya diam sementara Jungkook mendengus dan memutar bola matanya. Yein yang melihat menghela napas lagi, “Seokjin Ssi, turunlah. Kau harus segera pulang.” Pinta Yein, Seokjin hanya mengangguk. Ia berjalan melewati Yein dan Jungkook sambil memperlihatkan smirk-nya kearah Jungkook.

Yein kini berpaling kearah Jungkook yang melipat tangannya didada sambil menghentak-hentakan kaki cepat dan memutar bola matanya berkali-kali.

“Jungkook Ssi…” Ia bergumam, Jungkook menoleh dan menatap Yein datar. “Jebal, jangan bertengkar dengan Seokjin lagi.” Pinta Yein.

Jungkook bergumam, “Tch! Wae, eoh? Kau menyukainya?” Tanya Jungkook, Yein menggeleng. “Oh ya, itu menyalahi peraturan sekolah bukan? Dengar ya, itu bukan urusanku!” Ujar Jungkook dengan nada mengejek, Yein hanya menatapnya putus asa.

“Bukan begitu, keunde… aku tak suka jika kau begitu. Mianhe, tapi aku benar-benar benci seseorang berbuat ribut seperti itu. Bukan maksudku mengejekmu, keunde… sekali lagi aku minta maaf.” Bantah Yein sambil menunduk. Jungkook berjalan mendekat Yein lalu menyentuh dagu yeoja itu sembari mengangkat wajahnya. Ia lalu menatapnya tajam.

“Aku benci ketika semua orang memaksaku untuk melakukan hal yang tidak kusuka!” Seru Jungkook kesal, Yein kembali menundukan kepala. Jungkook melepas dagu Yein kasar lalu berjalan menjauhinya. “Pergi.”

Cukup dengan satu kata, Yein tak mampu berkutik. Ia semakin menundukan kepalanya lalu berjalan meninggalkan Jungkook, menuju pintu keluar Rooftop.

Namun, langkah Yein terhenti. Hal itu membuat Jungkook ikut menoleh.

Yein mengerang, kepalanya sakit. Semuanya terasa berputar, entah apa yang terjadi. “Oh tidak, tidak lagi…” Batinnya berkata. Namun, ia tak mampu berbuat apapun. Lututnya terasa lemas dan ia pun jatuh terduduk, tak mampu lagi berdiri.

Jungkook terkejut melihatnya, ia segera menghampiri Yein dan memeriksa keadaannya. “Yein Ssi?” Tanyanya, berusaha memastikan bahwa yeoja itu baik-baik saja. Namun, Yein malah memperkeras erangannya.

“Yein Ssi? Gwaechanayeo?”

-TBC-

Anyeong!

Maaf aku baru Update ACLS malem-malem gini, wkwkwk… soalnya sibuk banget huhuhu 😦

Maaf kalau alurnya gak jelas gini, soalnya aku bingung banget. Tapi semoga kalian suka, ditunggu komen & like-nya 🙂

Advertisements

14 thoughts on “A Complicated Love Story [Chapter 1]

  1. Kookie kok jahat banget sih??? Kasian Yein…
    Yein kenapa, Thor? Sakit ya? Sakitnya Yein tuh apa sih? Penasaran..
    Terus,Jin sama Jungkook gimana?
    Makin penasaran, ceritanya keren Thor 🙂 next ya~

    Like

  2. Halo, Thor 🙂 namaku Nabila Amira, biar singkat panggil Bila aja. Aku 01 Line~
    Author Line berapa? Oh ya, suka banget sama FF ini^^ Soalnya keren banget gitu loh.. Yein kenapa? Jungkook jahat bgt sama Yein ><

    Lanjut ya Thor, Fighthing!

    Like

Your comment is my Dream

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s